11 Januari 2016 16:51 wib

      Sudah amat sangat lama rencana transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara (Sumut) melalui peningkatan statusnya menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dicanangkan. Namun beberapa kendala mengakibatkan proses transformasi ini sulit untuk diwujudkan.

      Prof. Dr. H. Nur Fadhil Lubis, selaku rektor UIN SU sebagai rektor UIN SU dalam Rekontuksi Pendidikan Tinggi Islam ia mengungkapkan: Status IAIN SU membuat perannya dalam konteks pembangunan bangsa terbatas. Ilmu-ilmu yang dikelolanya juga terbatas pada bidang ilmu-ilmu agama. IAIN SU tentu tidak bisa mengembangkan ilmu-ilmu lainnya. Padahal disadari, saat ini seiring dengan perkembangan dunia yang semakin kompleks, dibutuhkan penyelesaian-penyelesaian yang integral dan komprehenshif, diperlukan kerja sama ilmu pengetahuan untuk mengatasi seluruh masalah kemanusiaan kontemporer. Namun penting dicatat, perubahan IAIN SU menjadi UIN SU tidaklah meninggalkan jati dirinya sebagai pusat pengkajian ilmu-ilmu keislaman. Ilmu- ilmu umum yang akan dikembangkan di UIN SU tidak sama seperti ilmu yang berkembang di perguruan tinggi lainnya.

      Berkat kerja keras seluruh tim beserta dukungan dari civitas akademika IAIN Sumatera Utara akhirnya terwujudlah cita-cita yang selama ini diimpikan. Perubahan nama IAIN menjadi UIN merupakan pekerjaan besar buah partisipasi dan kontribusi semua pihak dan siitas akademika dan tenaga kependidikan UIN SU

      Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 131 tahun 2014 tentang perubahan Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara menjadi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Menteri Agama Republik Indonesia yang diwakili oleh sekretaris jenderal kementrian agama RI telah meresmikan perubahan IAIN SU menjadi UIN SU. Peresmian berlangsung di gedung serbaguna bersamaan dengan dies-natalis ke-41 dan wisuda sarjana ke-61.    Perubahan status tersebut berdasarkan Peraturan Presiden RI 131/2014 yang ditandatangani Susilo Bambang Yudhoyono ketika menjabat sebagai presiden.