DELI SERDANG (11/6/2026) – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UINSU) terus aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah guna menyelaraskan agenda akademik dengan realitas di lapangan. Dalam upaya tersebut, jajaran pimpinan dan dosen FKM UINSU melakukan kunjungan non-formal ke Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Deli Serdang. Pertemuan ini dikemas dalam bentuk diskusi gayeng mengenai potret kebijakan publik, khususnya terkait program percepatan penurunan angka stunting di wilayah Deli Serdang.
Kunjungan ini sengaja dirancang dengan konsep non-formal untuk menciptakan ruang diskusi yang lebih cair, terbuka, dan fleksibel. Kehadiran tim FKM UINSU disambut dengan hangat oleh perwakilan dari Bappeda dan Dinkes Deli Serdang. Dalam suasana yang santai namun tetap fokus pada substansi, kedua belah pihak saling bertukar informasi mengenai dinamika pelaksanaan program penanganan stunting yang sedang berjalan, serta berbagai tantangan unik yang dihadapi oleh momentum pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Saat berdiskusi di Kantor Bappeda Deli Serdang, pembahasan berfokus pada sinkronisasi arah kebijakan makro daerah dengan rencana pengumpulan data yang akan dilakukan oleh tim peneliti. Pihak Bappeda menyambut baik komunikasi awal ini dan memberikan gambaran mengenai peta sebaran wilayah prioritas stunting di Deli Serdang. Melalui interaksi ini, FKM UINSU berhasil mendapatkan gambaran umum yang komprehensif mengenai kebijakan perencanaan daerah, yang sangat berguna untuk memastikan bahwa data yang akan diambil nantinya bersifat valid dan relevan.
Sementara itu, jalannya diskusi di Dinas Kesehatan Deli Serdang berlangsung lebih teknis mengenai operasionalisasi kebijakan kesehatan di tingkat puskesmas dan posyandu. Tim FKM UINSU menggali informasi awal terkait pelaksanaan intervensi spesifik, seperti pemantauan gizi ibu hamil dan balita di lapangan. Pihak Dinkes Deli Serdang merespons positif rencana pengambilan data riset ini dan menyatakan siap mendukung proses administrasi maupun akses informasi yang dibutuhkan oleh peneliti FKM UINSU demi kelancaran pengumpulan data ke depan.
Dekan FKM UINSU menyampaikan bahwa model diskusi non-formal pra-penelitian seperti ini sangat penting dilakukan agar riset yang dirancang oleh kampus benar-benar berbasis pada kebutuhan nyata di daerah (demand-driven research). Dengan memahami regulasi dan kondisi data di Deli Serdang sejak awal, proses pengambilan data penelitian diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan terarah. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan kajian ilmiah yang objektif, yang pada akhirnya dapat mendukung optimalisasi kebijakan penanganan stunting yang berkelanjutan.
