Batu Bara, 28 April 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Selama dua hari, 27–28 April 2026, tiga tim dosen FKM turun langsung ke sejumlah sekolah di Kabupaten Batu Bara untuk memberikan edukasi kesehatan yang menyasar berbagai aspek, mulai dari penguatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), keselamatan kerja, hingga kesehatan mental remaja.
Kegiatan yang berlangsung di tiga sekolah berbeda tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun para siswa. Selain memberikan pengetahuan baru, program ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sejak usia sekolah.
Di SMA Negeri Tanjung Tiram, Tim Pengabdian yang terdiri atas Rapotan Hasibuan, S.K.M., M.Kes., Fitriani Pramita Gurning, S.K.M., M.Kes., Delfriana Ayu, S.S.T., M.Kes., dan Dewi Agustina, S.Kep., M.Kes. mengangkat tema “Penguatan UKS Berbasis Manajemen Kesehatan Sekolah.”
Melalui kegiatan ini, para dosen mendorong optimalisasi fungsi Unit Kesehatan Sekolah sebagai pusat layanan dan pengelolaan kesehatan yang terintegrasi. Tidak hanya berperan sebagai tempat penanganan awal bagi siswa yang sakit, UKS juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak berbagai program kesehatan di lingkungan sekolah.
Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat memperkuat budaya hidup sehat serta meningkatkan kapasitas sekolah dalam mengelola program kesehatan secara berkelanjutan.

Sementara itu, di SMK Negeri 1 Tanjung Tiram, tim yang terdiri atas Dr. Tri Niswati Utami, M.Kes., Dr. Wasiyem, M.Si., dan Muhamad Zali, M.H.I. mengangkat tema “APD Bukan Sekadar Aksesori: Pelindung Nyata di Bengkel Kerja.”
Materi tersebut dirancang khusus untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat melakukan praktik kerja di bengkel. Para pemateri menekankan bahwa APD bukan sekadar perlengkapan formalitas, melainkan bagian penting dari upaya pencegahan kecelakaan kerja dan perlindungan keselamatan diri.
Dengan pendekatan yang kontekstual dan disesuaikan dengan dunia kerja vokasi, para siswa diajak memahami berbagai risiko yang dapat terjadi apabila prosedur keselamatan diabaikan. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat siswa terhadap isu keselamatan dan kesehatan kerja.
Berbeda dengan dua lokasi sebelumnya, kegiatan di SMA Negeri 1 Talawi menyoroti isu yang sangat dekat dengan kehidupan remaja masa kini, yakni kesehatan mental. Tim yang terdiri atas Zuhrina Aida, S.Kep., M.Kes., Reni Agustina Harahap, S.S.T., M.Kes., Salianto, M.Psi., dan Fatma Indriani, M.Psi., Psikolog, mengangkat tema “Peningkatan Kesehatan Mental Siswa SMA melalui Edukasi tentang Overthinking dan Self-Healing.”
Dalam sesi ini, para siswa diajak memahami fenomena overthinking yang kerap dialami remaja akibat tekanan akademik, pergaulan sosial, maupun tuntutan lingkungan. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai strategi self-healing yang sehat, adaptif, dan berbasis pendekatan psikologis.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan terbuka. Banyak siswa aktif bertanya serta berbagi pengalaman terkait tantangan kesehatan mental yang mereka hadapi sehari-hari. Antusiasme tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kesehatan psikologis.
Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Kesehatan Masyarakat menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran para dosen di tengah lingkungan sekolah menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.
