09 Februari 2021 19:09 wib
  • uin-su

Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) Prof Dr Syahrin Harahap, MA menjelaskan, akan membuka cabang untuk Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan program studi strata satu di Kota Tebingtinggi. Hal tersebut dalam upaya mengembangkan pendidikan tinggi Islam bekerja sama dengan pemerintah daerah.

 

Demikian diungkapkannya saat gelaran pertemuan terkait rencana penyerahan aset eks Akademi Kebidanan Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi dalam bentuk hibah di Tebingtinggi, Rabu (20/1). Pertemuan yang merupakan lanjutan agenda sebelumnya yang membahas tentang pemberdayaan aset daerah untuk pendidikan tersebut dihadiri Walikota Tebingtinggi, Sekdako, para pimpinan Forkopimda dan sejumlah anggota DPRD Tebingtinggi.

“Kita sudah putuskan dalam rapat pimpinan UIN Sumut, akan kita buka di Tebingtinggi adalah FKM dengan jenjang pendidikan S-1 dan FEBI, dua fakultas ini kami anggap fakultas atau keilmuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan kesehatan masyarakat dan perekonomian. Ini upaya mengembangkan pendidikan tinggi di Tebingtinggi di masa yang akan datang,” urainya.

Prof Syahrin sampaikan apresiasi atas penghibahan aset pemerintah daerah tersebut yang dijadikan sebagai sarana dalam memajukan pendidikan dan meningkatkan kualitas masyarakat. Ia sampaikan beberapa hal terkait pembukaan cabang dua fakultas tersebut, di antaranya tentang persiapan penyelenggaraan kegiatan kampus dan penerimaan mahasiswa baru yang bisa dikebut pada Juli mendatang. Pembukaan fakultas ini juga merupakan peluang bagi masyarakat dalam mendapatkan pendidikan tinggi di daerahnya.

Dalam presentasinya, Prof Syahrin memaparkan, UIN Sumut bertekad menjadi pusat pengembangan integrasi ilmu dengan paradigma wahdatul ‘ulum. “Kita mengembangkan paradigma keilmuan dalam tingkat tertentu dan memiliki perbedaan dengan perguruan tinggi manapun. Jika selama ini ilmu pengetahuan dibelah secara sekularistik menjadi ilmu umum dan ilmu agama. Padahal, dengan pengkajian intensif, maka kami temukan, sebenarnya pemilahan itu tidak ada dan tidak perlu ada, sebab semua ilmu berasal dari Allah,” pungkasnya.

Ia mengharapkan, selain ilmu itu berasal di tangan Tuhan dan diturunkan kepada rasul, para ulama juga diturunkan kepada alumni UIN Sumut. Ditegaskannya, tidak ada pemisahan ilmu pengetahuan dan agama. “Yang ada adalah islamic science dan islamic studies, yang biasa kita sebut ilmu umum dan selama ini kita sebut ilmu agama. Sebab semua datangnya dari Allah dan bertujuan untuk kesejahteraan umat manusia tanpa membedakan agama, budaya dan profesi apapun,” tandasnya.

Peluang Kemajuan

Terkait hal tersebut, Prof Syahrin memaparkan tentang sembilan kriteria alumni atau lulusan UIN Sumut yang disimpulkan pada masyarakat yang ulul albab dan kader bangsa. Sembilan karakter dimaksud, di antaranya yakni berilmu dan bersungguh-sunggu dalam pengembangan ilmu pengetahuan, istiqamah dalam sikap ilmiah dan konsisten, seimbang dalam pikir dan zikir, berpendekatan interdisipliner, etos dinamis dan berkarakter pengabdi, bertakwa dan berakhlak mulia, bersikap wasathiyah dan berwawasan kebangsaan, berorientasi pengembangan dan lainnya.

Prof Syahrin memaparkan, berbagai manfaat yang akan diraih dengan kehadiran dua fakultan ini, di antaranya akan semakin menghadirkan Kota Tebingtinggi dengan atmosfer akademik dan terpelajar yang kuat. Mendukung visi dan misi pendidikan Pemko Tebingtinggi, mendatangkan ribuan mahasiswa yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan berbagai sektor lainnya serta pemberdayaan kekuatan kearifan lokal. “Tebingtinggi akan menjadi basis pendidikan dan dakwah Islam serta sebagai zona pengembangan ekonomi Islam,” tandasnya.

“Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi perjuangan dan karya kita dalam rangka memajukan bangsa dan agama serta peradaban,” tukasnya.

Sementara Walikota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan mendukung UIN Sumut membuka cabang di kota tersebut dengan akan dibukanya fakultas kesehatan masyarakat dan ekonomi dan bisnis Islam.

“Kita dukung dibukanya cabang UIN Sumut di Kota Tebingtinggi, sebab dengan keberadaan universitas di daerah kita akan membangun kualitas sumber daya manusia, pendidikan serta sektor ekonomi,” pungkasnya. (Humas)