28 April 2021 14:36 wib
  • agama,uin-su

Kegiatan Tadarus Wahdatul Ulum Ramadhan 1442 H Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UIN SU) kembali digelar untuk pertemuan ketiga pada Senin (18/04/2021).

Acara yang berlangsung secara daring ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, mengangkat tema Puasa dan Kecantikan dengan narasumber dr. Nofi Susanti, M.Kes yang menjabat sebagi Sekretaris Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UIN-SU.

dr. Nofi Susanti, M.Kes mengatakan kecantikan seorang tidak hanya dilihat dari fisik saja, tetapi kecantikan individu juga dapat terpancar dari perilaku dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang memiliki akhlak yang baik dalam berinteraksi sosial dengan orang sekitar akan memancarakan kecantikan yang membuat orang lain merasa nyaman.

“Misal seorang istri yang menyambut suami pulang kerja dengan gembira, hangat, bertanya kabar suami dengan lembut akan memancarkan kecantikan dibandingkan bila seorang istri yang menyambut suami pulang kerja dengan sikap acuh atau marah,” ungkapnya.

Penjelasan lebih lanjut, Nofi Susanti menegaskan bahwa berpuasa memiliki dampak positif terhadap kecantikan dari segi kesehatan maupuan Islam. Bila melihat kecantikan dari segi Islam, berpuasa pada bulan Ramdhan akan membuat kita rajin membaca Al-Quran, dengan rajiin membaca Al-Quran hatikan manjadi lebih tenang.

“Selain itu, puasa akan melatih kita untuk selalu tersenyum walaupun sedang menghadapi hal-hal yang kurang menyenangkan. Perubahan perilaku lain saat puasa di bulan Ramadhan yang bisa kita amalkan yaitu dengan rajin sholat tahajud, sebab sholat tahajud yang dilakukan pada sepertiga malam akan mendapatkan oksigen yang lebih baik untuk disuplai ke otak sehingga kita menjadi lebih rileks dan nyaman,” paparnya.

Ia menambahkan, sedangkan bila dilihat dari kecantikan secara kesehatan berpuasa akan berdampak secara fisik. Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian, dr. Nofi Susanti menjelaskan bahwa dengan berpuasa tubuh kita akan melakukan regenerasi sel dengan baik terutama sel kulit yang mampu, mengatasi masalah jerawat sehingga kulit menjadi tampak lebih cerah.

“Tidak hanya kulit, regenersi sel juga terjadi pada kuku dan rambut saat. Saat berpuasa juga terjadi pengurangan radikal bebas dimana tubuh beristirahat dari proses mengolah dan mencerna makanan, sehingga tubuh bekerja lebih baik dalam untuk mengatur detoksifikasi racun. Proses detoksifikasi ini akan menjadikan kulit lebih bersih, kenyal, sehat dan cerah,” pungkas dr. Nofi Susanti, M.Kes.

Di akhir kegiatan Dekan FKM UIN-SU Prof. Dr. Syafaruddin, M.Pd menyampaikan bahwa tema-tema yang diangkat dalam kegiatan tadarus Wahdatul ulum ini akan dilanjutkan kedalam penelitian sebagai bentuk pengembangan ilmu pengetahuan.