28 April 2021 14:42 wib
  • agama,beasiswa,komputer

Memasuki hari ke 10 Ramadhan 1442 H, tadarus Wahdatul Ulum Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UIN-SU) Medan kembali digelar pada hari Kamis (22/04/2021).

Kegitan rutin yang dilakukan selama Ramdhan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB berlangsung secara daring. Dekan FKM UIN-SU Prof. Dr. Syafaruddin M. Pd., ikut serta dalam acara ini dari awal hingga akhir.

Pada pertemuan kelima ini, Dosen FKM UIN-SU Medan, Muhammad Zali, LC., M.HI., menjadi narasumber dengan tema “Lailatul Qadar”. Beliau menyampaikan bahwa malam lailatul qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan artinya bila kita beribadah pada malam lailatul qadar lebih baik dari amalan yang dilakukan selama sekitar 83 tahun 4 bulan.

Muhamad Zali menjelaskan dalam sebuah riwayat, Imam Nawawi mengatakan bahwa malam lailatul qadar dikhususkan bagi umat setelah Nabi Muhammad dan tidak ada pada umat sebelum nabi Muhamad, karena kita diberi khususan dan keistimewaan untuk mendapatkan malam lailatul qadar sudah sepantasnya dan selayaknya kita untuk bersyukur dengan terus meningkatkan kualitas ibadah.

“Para ulama berbeda pendapat tentang waktu datangnya malam lailatul qadar, lebih dari 40 ulama berpendapat bahwa lailatur qadar datang pada 27 Ramadhan, akan tetapi ada sebahagian ulama berpendapat lailatul qadar bisa saja datang sejak awal ramadhan. Hikmah yang dapat diambil dari peristiswa lailatul qadar adalah agar manusia bersungguh –sungguh dalam ibadah dari awal hingga akhir Ramadhan baik untuk mendapatkan lailatul qadar ataupun tidak,” ungkapnya.

Pada akhir kegiatan Dekan FKM UIN-SU Prof. Dr. Syafaruddin, M. Pd., menyampaikan ada korelasi antara pendidikan dengan ibadah dibulan Ramdhan, dimana terjadi pengkondisian untuk kita terus membiasakan diri meningkatkan kualitas ibadah pada bulan Ramadhan dan seterusnya diluar bulan Ramadhan. []