28 April 2021 14:44 wib
  • agama,informasi,kesehatan,teknologi,uin-su

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UIN-SU) Putra Apriadi Siregar, S.KM., M.Kes., menjadi narasumber dalam kegitan Tadarus Wahdatul Ulum FKM UIN-SU, Sabtu (24/04/2021).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB diikuti oleh civitas akademika FKM UIN-SU mengangakat tema “Kesehatan Lingkungan Dalam Islam.

Dalam pemaparannya, Putra Apriadi Siregar, S.KM., M.Kes, menyampaikan bahwa permasalahan sampah menjadi urgen karena tidak semua sampah dapat terurai dengan cepat, seperti sampah plastik yang membutuhkan waktu 1000 tahun untuk dapat terurai dengan tanah, jika hal ini dibiarkan akan merusak lingkungan.

“Untuk mengatasi masalah ini pemerintah membuat peraturan dengan cara mengganti kantong plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan,” kata Putra Apriadi.

Putra Apriadi Siregar menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, karena kebiasan kita membuang sampah sembarangan dapat mengganggu kenyamanan orang lain.  Hal ini terjadi karena sampah yang kita buang sembarangan dapat menurunkan keindahan lingkungan dan menjadi sumber berbagai penyakit seperti kolera, tifus, diare penyakit kulit dan Demam berdarah dengue (DBD).

“Mengapa kita harus menjaga lingkungan? karena membuang sampah sembarangan bukan hanya menimbulkan perilaku buruk tetapi juga menyebabkan kerusakan ekosistem baik tumbuhan maupu hewan didarat dan dilaut seperti, seperti dijelaskn dalam surat Ar Rum Ayat 41 bahwa kerusakan yang terajadi didarat dan dibumi akibat ulah tangan manusia. Untuk itu, tokoh masyarakat baik dari pemerintahan atau para ulama berperan untuk memberikan pemahaman bagi mayarakat agar mengubah perilaku tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, Dekan FKM UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Syafaruddin, M Pd menyampaikan bahwa dalam konsep wahdatul ulum adalah mengintegrsikan ilmu pengetahuan sehingga tidak boleh fungsi ilmu pengetahaun dimonopoli satu bidang saja.

“Karena hal ini dapat menimbulkan sifat egosentral dimana satu ilmu mengklaim paling berperan dalam memecahkan suatu permasalahan,” jelas Prof. Syafaruddin.