SERDANG BEDAGAI (9/6/2026) – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UINSU) terus berkomitmen untuk menyelaraskan dunia akademik dengan kebijakan riil di lapangan. Sebagai bentuk implementasi dari komitmen tersebut, jajaran pimpinan dan dosen FKM UINSU melakukan kunjungan non-formal ke Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Pertemuan yang berlangsung hangat ini bertujuan untuk mendiskusikan kebijakan publik terkait percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Kunjungan ini sengaja dikonsep secara non-formal agar ruang diskusi berjalan lebih fleksibel, cair, dan mendalam. Kehadiran tim FKM UINSU disambut baik oleh perwakilan Bappeda dan Dinkes Sergai. Dalam atmosfer yang santai namun tetap substantif, kedua belah pihak saling bertukar pikiran mengenai gambaran umum penanganan stunting yang sedang berjalan, serta tantangan dan peluang implementasi kebijakan kesehatan di Kabupaten Serdang Bedagai.
Selain berdiskusi mengenai regulasi, kunjungan strategis ini juga dimanfaatkan oleh FKM UINSU untuk melakukan penjajakan awal dalam rangka pengumpulan data penelitian. Melalui momentum ini, tim akademisi FKM UINSU berdialog langsung dengan pihak eksekutif daerah untuk memetakan kebutuhan data, kondisi riil masyarakat, serta indikator-indikator krusial yang memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut terkait isu stunting di lapangan.
Dalam sesi diskusi bersama Bappeda Sergai, pembahasan mengarah pada pentingnya sinkronisasi antara arah kebijakan makro daerah dengan rencana pengumpulan data makro yang akan dilakukan oleh peneliti. Pihak Bappeda menyambut baik rencana tersebut dan menjelaskan alur koordinasi serta perencanaan daerah. Diskusi ini membuka jalan bagi FKM UINSU untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai peta kerentanan wilayah yang nantinya dapat mendukung validitas data riset yang akan diambil.
Sementara itu, saat berdiskusi di Dinas Kesehatan Sergai, pembahasan menjadi lebih teknis mengenai operasionalisasi kebijakan kesehatan di puskesmas dan posyandu. Tim FKM UINSU menggali informasi awal mengenai pelaksanaan intervensi spesifik dan sensitif yang telah diterapkan kepada masyarakat. Pihak Dinkes Sergai pun sangat terbuka dan mendukung penuh rencana pengambilan data ini, dengan harapan hasil penelitian yang dilakukan FKM UINSU ke depan dapat menjadi potret objektif bagi perkembangan kesehatan di Sergai.
Dekan FKM UINSU menyampaikan bahwa kunjungan non-formal ini merupakan langkah penting agar penelitian yang akan dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa benar-benar berbasis pada kebutuhan nyata di daerah (demand-driven research). Dengan berdiskusi langsung sebelum turun ke lapangan, proses pengambilan data diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan relevan, sehingga sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam menekan angka stunting dapat terwujud secara optimal.
