Medan (FKM UINSU) — Mahasiswa Program Studi S-1 Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UINSU) Medan melaksanakan kegiatan Praktikum Dasar Kuliner sebagai bagian integral dari pemenuhan capaian pembelajaran mata kuliah. Kegiatan praktikum yang berlangsung di Laboratorium Kuliner ini diampu langsung oleh dosen Prodi Gizi, Nurhazizah Br Said, M.K.M. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami prinsip mendasar pengolahan bahan pangan secara ilmiah sekaligus mengasah keterampilan teknis dalam menyajikan hidangan yang bergizi, aman, dan menarik.
Mata kuliah Dasar Kuliner memegang peranan yang sangat krusial bagi calon ahli gizi. Penguasaan teori gizi semata tidak cukup tanpa ditunjang pemahaman mendalam mengenai karakteristik fisik dan kimia bahan pangan saat diproses. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa belajar bagaimana teknik memasak mulai dari pemotongan, perebusan, pemanggangan, hingga pengukusan dapat memengaruhi daya cerna, serta nilai estetika makanan yang disajikan kepada masyarakat maupun pasien.

Penerapan ilmu kuliner dasar merupakan fondasi utama sebelum mahasiswa melangkah ke tahapan intervensi gizi yang lebih kompleks, seperti gizi daur kehidupan, manajemen pelayanan makanan, maupun dietetika penyakit. Pemahaman yang tepat mengenai kombinasi bumbu, formulasi resep, serta teknik pengolahan pangan lokal menjadi modal penting agar rekomendasi diet yang disusun ahli gizi nantinya dapat diterima dengan baik oleh konsumen tanpa mengesampingkan cita rasa.

Dalam pelaksanaan praktikum, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mahir memasak, tetapi juga dilatih menerapkan standar kebersihan dan keselamatan kerja (Food Hygiene and Safety) secara ketat. Penggunaan alat pelindung diri, higienitas sanitasi area kerja, hingga pencegahan kontaminasi silang menjadi kriteria evaluasi utama. Hal ini bertujuan untuk menanamkan budaya profesionalisme serta kesadaran penuh akan pentingnya keamanan pangan dalam setiap tahap penyiapan makanan.

Ke depan, kompetensi dasar kuliner ini diharapkan dapat mencetak lulusan Sarjana Gizi yang tidak hanya unggul secara akademis dan analitis, tetapi juga memiliki keahlian praktis yang adaptif. Penguasaan kuliner dasar menjadi nilai tambah yang sangat vital, baik bagi mahasiswa yang bercita-cita berkarir di sektor pelayanan kesehatan, industri jasa boga (food service), konsultan gizi, maupun wirausahawan di bidang pangan fungsional (edupreneurship).
Rangkaian kegiatan praktikum ditutup dengan sesi evaluasi dan pembekalan dari dosen pengampu. FKM UINSU terus berkomitmen untuk menyediakan sarana pembelajaran praktikum yang berkualitas guna mendukung terciptanya tenaga kesehatan masyarakat dan ahli gizi yang profesional, inovatif, serta berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
